Kamis, 05 November 2009

E#018: Perdana Menteri Erdogan bersumpah akan mengungkap usaha kudeta terhadap dirinya

Perdana Menteri Turki Recep Tayeep Erdogan bersumpah untuk tidak mnghentikan penyelidikan terhadap Kolonel Dursun Cicek. Erdogan menambhakan bahwa penyelidikan ini akan membuka tabir tentang keterlibatan beberapa orang dalam kelompok Ergobnekken yang akan menggulingkan pemerintahannya.

read more

Kamis, 29 Oktober 2009

E#018 : Ketika Erdogan berbicara mengenai nuklir Israel

Dalam siding PBB, Recep Tayyep Erdogan menyinggung keberadaan nuklir di Israel. Pernyataan Erdogan ini sontak membuat peserta terkejut bak petir di siang bolong. Sebelumnya belum ada satupun Negara yang menyinggung keberadaan nuklir di Israel. Maklum saja yang memiliki PBB adalah Amerika Serikat.
Erdogan mempertanyakan mengapa hanya Iran saja yang dikenakan saksi padahal kepemilikan nuklir Iran hanya untuk kepentuingan sipil semata atau pembangkit listrik semata. Namun Israel yang jelas-jelas menggunakan nuklir sebagai senjata tidak melewati satu pemeriksaan dari PBB.
Dunia ini memang tidak adil. Sebuah Negara yang mendapat dukungan Amerika Serikat boleh memiliki nuklir padahal mereka telah jelas-jelas mengadakan pembantaian sipil di Gaza. Erdogan juga menyarankan akan penyelidikan mengenai pembantaian di Gaza.
PBB yang seharusnya netral dalam bertindak namun pada prktinya selalu memihak kepentingan Amerika Serikat. PBB harusnya berani bertindak tegas dengan Israel jika tidak perdamaian dunia ini tidak akan terwujud.
Nuklir Iran
Ketika semua Negara diam bahkan Negara Arab yang masih satu rumpun dengan Palestina, PM Erdogan bersuara lantang membela kepentingan bangsa Plaestina. Bukan hanya di siding PBB, sebelumnya juga ia terlibat panas dengan Presiden Israel Shimon Perez.
Turki yang juga merupakan Negara anggota NATO tidak menyetujui adanya senjata nuklir di kawasan Timur Tengah. Senjata Nuklir yang dapat memusnahkan manusia seperti di Hiroshima dan Nagasaki. Keberadaan Nuklir di Israel tentu sangat mengkhawatirkan bukan saja PAlestina melainkan Turki yang wilayahnya termasuk dalam TImur Tengah.

Rabu, 28 Oktober 2009

E# 017 Dokumen Usaha Pengkudetaan Erdogan ternyata asli

Usaha kudeta yang dilakukan oleh beberapa pihak yang tergabung dalam Ergoneken bukanlah isapan jempol belaka. Ada bukti dokumen tersebut adalah asli dan perencanaan kudeta bukanlah isu yang dimainkan oleh PM Erdogan untuk membungkam lawan-lawan politiknya. Harian terkemuka Turki Zaman mengungkapkan dokumen tersebut asli dan bertandakan dari Departemen Informasi dan Komunikasi Staff Umum Angkatan Darat.
Dokumen yang dipeoleh surat kabar tersebut berasal dari sesorang tentara yang mengambil dokumen tersebut dari tempat kerja Kolonel Dursun Cicek. DAlam dokumen tersebut disebutkan rencana pegulingan Recep Tayyep Erdogan dan pencemaran nama baik Fethullah Gullen Ulama terkemuka dari organisasi Noursiyah yang bermukim di Amerika Serikat.
Tentara tersebut juga melaporkan Dursun Cicek ke Jaksa penuntut umum. Hasil investigasi menunjukkan bahwa dokumen tersebut memuat asli tanda tangan dari Dursun Cicek.
Tanggapan militer
Panglima Angkatan Bersenjata Turki, Ilker Basburg, membantah adanya dokumen tersebut . Jendral Basburg juga menekan pihak jaksa militer untuk menghentikan kasus ini.
Pengamat di Turki menyebutkan bahwa adanya kerjasama Israel dengan pihak yang merencanakan kudeta. Semua juga tahu bahwa hubungan Turki dengan Israel retak akibta “ulah” Erdogan.

source : eramuslim.com

Senin, 26 Oktober 2009

Israel mau menggunakan nuklir pada pembantaian Gaza

Perdana Menteri Recep Tayyep Erdogan mengungkapkan bahwa Israel mengancam akan menggunakan nuklir pada awal Januari tahun ini atau ketika terjadi pembantaian Gaza. Untungnya ISrael tidka menggunakannya tetapi ISrael memilih senjata yang berbahaya white fosfor untuk membakar rakyat Palestina.

Tensi hubungan kedua negara tersebu menjadi tidak kondusif dengan pembatanian GAza. Akhir bulan lalu kedua negara sempat tegang setelah Turki menolak untuk melakukan latihan bersama dengan Israel dan negara-negara NATO lainnya.

Source: Pakistan Observer

Rabu, 21 Oktober 2009

E#016 Erdogan memungut bendera Turki

Pada pertemuan G 20 di Amerika Serikat Erdogan kembali menarik perhatian lagi. Aksi memungut bendera yang dilakukan oleh Erdogan mendapat sorotan dari media massa International.

Ia merunduk melebihi dari 90 derajat dan kemudian menggantungi bendera berwarna merah dan bintang-sabit putih ke dalam kantungya. Aksi ini menandakan sikap patriotik dari Erdogan terhadap tanah airnya.

Bulan sabit dengan bintang ditengahnya dan adalah lambang dari Kekhilafaan Utsmaniyyah (Ottoman). Hampir semua orang di dunia baik muslim maupun non muslim tahu bahwa lambang tersebut adalah lambang dari Islam. Bukan rahasia lagi kalau Erdogan adalah orang yang sangat kagum dengan pemerintahan Utsmaniyyah. Aksi Erdogan dapat diartikan menghormati Turki dalam arti Turki di masa yang lalu yang masih mengambil nilai-nilai Islam dalam pemerintahan.

Source: eramuslim

Jumat, 09 Oktober 2009

Iran menuduh Arab Saudi dibalik penculikan Ilmuwan Nuklir Iran

Iran menuduh Arab Saudi di belakang penculikan ilmuwan nuklir Iran. Shamran. Amiri adalah seorang peneliti di Teheran Malek Asthar University yang memiliki pengetahuan nuklir.

Keluarganya mengatakan bahwa Saudi Polisi bertanya Amiri di bandara. Menurut istrinya, ia menerima Amiri terakhir dipanggil ketika berada di Madinah.Shamran sedang melaksanakan Ibadah umroh di tanah suci.


Menteri luar negeri Iran menuduh keterlibatan Amerika Serikat terhadap hilangnya Amiri dan Iran mempunyai beberapa bukti mengenai hal tersebut. Membuktikan seperti apa? Apakah dia melihat penculikan?


Seorang analis Timur Tengah mengatakan bahwa Saudi mencoba mengurangi pengaruh Iran yang telah meningkat sejak Syi'ah Irak telah memegang kendali pemerintahan Irak. Semenjak saat itu, Iran lebih jumawa berdiri di jazirah Arab. Pemberontak Houthi yang mendapat dukungan Syiah Iran juga menyerang pemerintah Sanaa yang notabene adalah aliansi dari SAudi Arabia.


Mengurangi pengaruh Iran adalah agenda Saudi tapi Iran tidak memiliki hak untuk menuduh Saudi di balik penculikan Amiri. Saudi tidak sebodoh seperti yang Iran pikirkan. Ada sebuah invisible hand yang hendak mengacaukan kedamain di jazirah Arab.


JAngan-jangan Iran di belakang penculikan itu. Mereka bisa saja menggunakan dalih ini untuk menyerang Saudi kapan saja.. Karena mereka memiliki senjata nuklir, mereka tidak takut untuk Kerajaan Saudi yang selalu bar Ideologi Syiah datang ke jazirah Arab.

Rabu, 07 Oktober 2009

Hikmatyar: Serangan 911 dan Pentagon direncanakan di Amerika Serikat

Seorang Legenda hidup Mujahiddin, Gulbudin Hekmatyar, mengatakan bahwa AS telah menggunakan salah dalih untuk berperang di Afghanistan. Hekmatyar adalah pimpinan Hizb-i-Islami yang dicari Amerika Serikat dan memerangi tentara Amerika Serikat. Ia dan milisi Hezb-I-Islami diduga menewaskan prajurit Amerika Serikat dan pasukan asing di Afghanistan. Menurut NATO, Milisi Hekmatyar telah menewaskan delapan tentara Amerika Serikat pada hari Sabtu.

Hikmatyar menyangkal adanya hubungan Afghanistan dengan serangan September atau 911. Tidak ada orang Afghanistan di pesawat yang menghantam WTC. Ia juga menambahkan bahwa rencana serangan tersebut tidak di Afghanistan, tetapi rencana serangan di Eropa dan Amerika. Rencana penyerangan ke WTC dan Pentagon adalah di wilayah AS. Sementara itu, serangan 911 di Eropa dan Amerika Serikat tidak di Afghanistan atau Irak. Para penyerang mendapat pelatihan di AS dan Eropa.

Fakta baru ini, AS harus malu dengan dunia Internasional. Amerika Serikat harus menarik pasukannya dari Afghanistan dan Irak.

Dalam rilis video, sang legenda juga mengatakan bahwa pemilihan yang penuh dengan tipu daya tersebut menguntungkan posisi Iran dan Rusia. Mereka mendapatkan manfaat dari pemilihan dan Kabul berada di bawah kendali Teheran dan Moskow. US mungkin mengira telah membuat trik lucu dunia orang-orang dengan pemilu yang hanya dihadiri oleh 20% penduduk Afghanistan.

sumber: allvoices.com