Beberapa ahli politik sudah memperkirakan bahwa abad ini Amerika akan mengalami kemunduran dalam peranan politik di dunia. Amerika tidak akan sekuat selama ini dimana mereka bisa mengatur negara mana saja. Memberikan wortel kepada sang penurut dan mengetok tongkat kepada sang pembangkang.
Salah satu negara yang sedang meningkatkan peranannya adalah Turki. Terletak di antara dua benua Asia dan Eropa menjadikan Turki sebagai negara penghubung antara peradaban barat di Eropa dan peradaban timur di Asia.
Tentu sajalah letak Turki yang sangat strategis sangat menguntungkan karena Turki akan memperoleh manfaat dari perdagangan dan lintasan pipa minyak dari Asia menuju Eropa.
Akhir-akhir ini manuver politik yang dilakukan oleh Turki sungguh mengejutkan para pemerhati masalah Timur Tengah. Turki berdamai dengan Armenia yang sudah lebih dari satu abad bermusuhan. Kedua menteri luar negeri telah menanda tangai kesepakatan meski masih ada saja beberapa hambatan. Turki juga tidak segan-segan untuk membicarakan perdamaian dengan Yunani. Negara serumpun tersebut memang sudah lama bermusuhan terutama masalah siprus yang melibatkan etnis Turki dan Yunani.
Kemudian PM Erdogan mengadakan kunjungan dengan 10 menterinya ke Syria untuk meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara. Kedua negara sepakat untuk menghapuskan visa antar dua negara yang akan meningkatkan kunjungan antar kedua negara tersebut.
Terakhir, Erdogan mengadakan kunjungan ke Iran untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan Iran. Kerjasama tersebut mencakup penyaluran pipa gas Iran ke Eropa melalui Turki. Volume perdagangan kedua negara telah mencapai 10 trilyun dollar.
Melihat kelincahan Turki ada sebagian pengamat politik berpendapat bahwa Turki akan menggantikan peran Amerika Serikat di kawasan tersebut. Krisis Ekonomi yang melanda memang membuat pengaruh politik Amerika.
Bahkan ada yang menuduh pemerintahan Erdogan sedang melakukan romantisme kejayaan Utsmaniyah atau Ottoman yang kekuasaanya menjangkau perbatasan Winna hingga nusantara. Tuduhan tersebut diarahkan kepada Menteri Luar Negeri Turki Prof Ahmet Davotoglu yang dianggap sebagai seorang Neo Ottoman.
Namun sang empunya membantah akan mengembalikan Turki ke jaman keemasan Utsmaniyyah. Segala Kebijakan yang dilakukan sekarang tidak lebih dari menjalin hubungan yang baik dengan tetangga. Turki yang unik bisa saja menjadi jembatan antara dua peradaban.
Turki juga berharap dapat diterima di dunia Eropa sebagai anggota Uni Eropa. Sayangnya satu atau dua negara di Eropa yang tidak setuju dengan hal tersebut meski kontribusi Turki sangat banyak dengan Eropa. Turki adalah negara keempat terbesar dalam volome perdagangan di dunia Eropa.
Apapun yang dilakukan Turki akan menjadi sorotan oleh Orang Eropa karena bagaimanapun juga Turki adalah negara berpenduduk mayoritas Islam. Terlebih Presiden dan Perdana Menteri Turki berasal dari partai berbasis massa Islam, Partai Keadilan dan Pembangunan.
Sebagai Muslim yang baik, kita berharap Turki akan menjadi sebuah contoh negara yang berhasil karena dibimbing oleh nilai-nilai Islami. Kita berharap Turki menaungi negara-negara Muslim di belahan dunia seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka.
Setelah mengirmkan sekitar 30,000 pasukannya, AMerika Serikat masih membutuhkan ribuan pasukan pendukung dari Negara-negara NATO. Target AMerika adalah mendapat bantuan sebanyak 5000 personil dari sekutunya. Salah satu penumbang pasukan koalisi Amerika di Afghanistan adalah Turki. Sebagai Negara NATO, Turki berkewajiban untuk mengirimkan pasukannya ke daerah konflik.
Kini Jumlah pasukan Turki yang menetap di Afghanistan sebanyak 1,750 namun pasukan Turki tidak diperuntukkan untuk pertempuran (combatant). TIdak heran, Pasukan Turki sampai saat ini belum ada yang terbunuh dalam insiden yang terjadi di Afghanistan. Tugas pasukan Turki adalah melatih pasukan Afganistan dan memperbaiki infrastruktur Afghanistan.
Obama sangat berkpentingan dalam merangkul Turki untuk mendukung serangan AS ke Afghanistan sebagai bahan legitimasi bahwa Amerika Serikat tidak memerangi Islam walaupun kenyataan tidak bisa membantah bahwa Amerika Serikat tidak ramah terhadap dunia Islam. Aksi Amerika di Iraq dan Afghanistan telah mencoreng kening Amerika di hadapan ummat Islam. Perilaku yang melewati batas kemanusiaan seperti yang terjadi di Guantanamo sangat menyakitkan bagi ummat Islam.
Permintaan Obama untuk menambah pasukan tentu memberatkan Erdogan. Erdogan dengan tegas menolak permintaan Obama untuk menambah jumlah pasukan karena Turki telah menambha pasukan pada akhir bulan lalu. Menyertakan Turki dalam pasukan tempur juga hal yang mustahil karena itu akan menjadi keputusan yang tidak popular bagi Perdana Menteri yang berasal dari partai berbasis massa Islam.
Erdogan memang berada dalam posisi yang dilemma sekali. Ia juga mendapat hujatan dari kelompok oposan dan kelompok Islam lainnya. Bahkan Hizbut Tahrir tak segan-segan menuduh bahwa PM Turki adalah pelayan Amerika Serikat. Kita menunggu apakah Erdogan mampu menlak rayuan AS dan tidak terpengaruh juga dengan hujatan orang Islam lainnya dalam menegakkan kebenaran. Wallahu ‘alllam.
Beberapa hari lalu bekas perdana menteri Belgia Herman Van Rumpoy terpilih sebagai Presiden Uni Eropa. Secara mengejutkan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan selamat kepada Van Rumpoy. Padahal Bekas Perdana Menteri Belgia tersebut telah menyatakan permusuhannya yang jelas pada bangsa Turki dan ia dipandang sebagai tokoh anti Turki. PM Belgia menolak keanggotaan Turki di Eropa yang telah diperjuangkan selama 25 tahun.
Menurut pandagan Van Rumpoy Negara Eropa adalah Negara Kristen dan tidak Mungkin Turki yang Islam masuk ke dalam Uni Eropa . Tahun 2004, Rumpoy mengatakan bahwa Turki bukan Negara Eropa dan tidak mungkin masuk ke Negara Uni Eropa.
Erdogan menelepon langsung ke Van Rumpoy dan menyatakan bahwa hubungan anatar Turki dan Uni Eropa sedang meningkat. Turki adalah Negara keempat terbesar dalam perdagangan dengan Uni Eropa. Investasi Negara-negara kunci Eropa seperti Perancis, Italia dan Inggris meningkat d Turki.
Hal yang dapat dicontoh dari peristiwa ini adalah Erdogan telah menunjukkan dirinya sebagai negarawana yang sejati dan cerdik. Ia tidak mengadaikan atau menjilat untuk negeri Eropa namun ia tetap menawarkan hubungan yang saling menguntuungkan dari kedua pihak. Saya pernah ingat beliau berkata bahwa hubungan suatu Negara harus berdasar kepada saling hormat-menghormati.
source:
eramuslim.com
Sebuah riset yang diadakan oleh kajian hubungan Pemahaman Muslim dan Kristen Pangeran Talal Al Walid Center di Universitas Georgetown meneliti 500 tokoh Muslim berpengaruh di dunia. Menurut urutan daftar yang dikeluarkan lembaga tersebut Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menempati peringkat kelima tokoh Muslim berpengaruh setelah Raja Saudi Arabia Abdullah, Ali Khameini, Raja Maroko Muhammad V, dan Raja Yordania Abdullah. Dengan penempatan Raja Abdullah sebagai Muslim berpengaruh nampaknya pembuatan daftar ini masih terlihat subjektif mengingat pendanaan penelitian ini dilbiayai oleh Pangeran Al Talal yang juga masih kerabat kerajaan Saudi Arabia.
Sudah sepatutnya Erdoganlah yang paling mempengaruhi dunia karena ia adalah satu-satunya pemimpin yang berbicara ketika semua pemimpin Arab diam seribu bahasa menghadapi pembataian di Gaza.
Selain PM Erdogan dua tokoh Muslim yang berpengaruh di dunia adalah Ulama kharismatik Fetullah Gullen ( nomor 13 ) dan Presiden Turki Abdullah Gul (nomor 28).
Israel kembali lagi menggagalkan kesepakatan pembebasan Gilad Shalit. Netanyahu sendirilah yang mengungkapkan bahwa peretujuan pertukaran akan gagal padahal menteri Indutri Israel telah mengatakan bahwa pertukaran Gilad Shalit dengan pejuang Palestina yang ditahan akan segera terwujud.
Ghilat Shalit sudah tiga tahun dalam tahanan pejuang Hamas Palestina dalam keadaan baik dan sehat wal afiat. Ini berbeda dengan keadaan tahanan Palestina yang sudah babak belur menjadi santapan prajurit Israel dalam tahanan. Hamas menghormati peraturan penahanan prajurit meski Israel telah melanggar peraturan tersebut ribuan kali.
Motif dibalik batalnya kesepakatan ini diduga Israel akan menghalangi pemilihan umum di Palestina yang direncakan awal tahun 2010. Para analis sudah bisa menduga bahwa Hamas yang akan menjadi pemenang. Pasca pembataian Gaza. Popularitas Hamas meninggi dan sulit disaingi oleh geng Abbas yang sudah tercoreng moreng dengan kasus korupsi. Rakyat Palestina juga tidak menghendaki Abbas yang lebih dekat pada Israel dan America Serikat dibandingkan dengan rakyat Palestina.
Katanya scenario yang akan dijalankan oleh Israel seperti ini. Mereka akan melepas tahanan PAlestina bersama dengan Marwan Bargouti. Keiikutan Barghouti tentu akan menyusahkan Hamas karena posisi anggota senior Fatah tersebut akan membantu menguatkan posisi geng Abbas.
Menurut juru bicara Hamas DR Sami Abu Zuhri, Israel sengaja menarik ulur isu pembebasan tawanan yang bertujuan meresahkan para anggota keluarga tahanan.INi bisa jadi kampanye Israel untuk melemahkan citra Hamas pada aal PEmilu ini.
Telah saya ungkapkan Erdogan juga berupaya untuk meredam pemberontakan suku Kurdi. Kini Tokoh yang selalu didentikkan dengan pembela hak Orang Islam, membela hak-hak minorotas Kurdi yang selama ini termarginalisasi. Upaya perdamaian ini diharapkan mampu memecahkan konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua puluh lima tahun.
Pihak Kurdi sangat menyambut upaya yang dilakukan oleh Perdana Menteri dari Partai Keadilan dan Pembangunan tersebut. BAhkan pemimpin Kurdi dalam penjara telah memberikan sinyal yang positif dengan kesedainnya berbicara dengan para pemimpin Turki yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
Bukan tanpa halangan, PM Turki mewujudkan perdamaian di dalam negerinya. Salah satu tantangan berasal dari pihak oposan yang dipimpin oleh Deniz Baykal dari CHP dan Devlet Bahceli dari MHP. PAra oposan menilai Erdogan mau menggoyang "nasionalisme" Turki dengan memperbolehkan penggunaan bahasa Kurdi di tempat umum.
Erdogan beranggapan bahwa alasan yang dikemukakan oleh oposan tidak tepat dan oposan bermaksud untuk menggoyang pemerintahan Erdogan. Erdogan menyebutkan opsi keterbukaan dan demokratisasi adalah akar dari permasalahan dari pemberontakan Kurdi.
source :
Eramuslim.com
Iran telah berhasil meluncurkan misile jarak menengah Al Shahab 3 yang dapat menjangkau hingga 3,000 km. Tentu saja ini membuat Amerika Serikat dan sekutunya Israel khawatir dengan perkembangan militer Iran. Beberapa kali Israel meminta izin Amerika Serikat untuk menyerang Iran namun AS selalu menghalanginya.
Amerika Serikat hanya mampu memberikan ancaman kepada negeri syaih ini namun aksi militer tidak pernah mereka lakukan tentu ini menjadi suatu tanda Tanya yang besar. Jangan-jangan ada suatu persekongkolan antara tiga Negara Israel, Iran dan Amerika Serikat. Ketiga Negara tersebut sanagat berambisi untuk menguasai Arabia.
Invasi Amerika ke Iraq tidak akan sukses tanpa adanya bantuan Iran. Buktinya pemerintahan Iraq dibawah Perdana Mentri Nuri Al Maliki yang juga Syiah adalah pemerintahan yang sangat dekat sekali dengan Syiah Iran.
Roket Iran
Mungkin setiap muslim akan berpihak dengan Iran yang tidak menghiraukan seruan PBB untuk menghentikan percobaan senjata jarak menengahnya. Kini missil Iran dapat menjangkau Israel namun tentu saja Misil ini dapat menjangkau Saudi Arabia, kerajaan Sunni yang menentang keberadaan Syiah di Jazirah Arabia.
Perkembangan terakhir yang membuat Saudi gregetan adalah peberontakan kaum Syiah di Utara Yaman yang berbatasan dengan Arab Saudi. Saudi Khawatir pemberontakan tersebut akan menjalar di wilayah Saudi. Kaum Syiah akan berani menentang kerajaan bahkan mengulingkannya dan mengganti dengan kepemimpinan Syiah.
Pemerintahan Yaman kini berusaha keras untuk menghindari disintegrtas negaranya dari ancaman Syiah Houthi. Sudah ada ratusan korban di pihak pemberontak sedangkan pemerintahan Yaman kehilangan beberapa puluh prajuritnya.
Kaum Syiah yang memberontak menuduh pemerintahan Yaman dekat dengan kerajaan Saudi. Sementara itu, pemerintaan Yaman balik menuduh bahwa pemberontakan tersebut memeperoleh dukungan dari Syiah Iran dan Hizbullah.
Sementara itu Hizbullah, juga merengek kepada Hariri untuk meminta jatah kementrian dalam cabinet anaknya mendiang Rafik Hariri.Nasrallah sempat akan mengancam Israel untuk menyerangnya tentu ini mempunyai maksud untuk memperkeruh Libanon dan memperkuat posisi tawar. Karena pembentukan cabinet gagal, Hariri segera mengundurkan diri.
Tidak terbantahkan Iran kini menjadi imperium yang luas yang akan menekan Negara-negara mayoritas sunni di Jazira Arab. Rupanya Iran mempunyai cita-cita untuk membuat Imperium Persia sepanjang India hingga ke Yunani.
Tantangan Iran
Tentu Negara-negara Arabia tidak akan membiarkan dominasi Iran di politik Timur Tengah. Mereka akan berusaha menangkal pengaruh mereka dengan sekuat tenaga sebab ini adalah pertaruhan antara hidup dan mati.
Saudi akan berusaha memperkuat persenjataan mereka dan membeli perlengkapan anti missile. Tentu saja ini akan menguntungkan Amerika Serikat karena Saudi akan membeli peralatn tempur dari America Serikat bukan Negara lain. Ada isu, Arab Saudi mempersilahkan Israel untuk melintasi udara Saudi Arabia, namun hingga sekarang itu belum terealisasi. Israel tidak bersungguh-sungguh untuk menyerang Iran karena mereka adalah sekutu. Sebaliknya, Israel menyerang Libanon atau Gaza tanpa basa-basi. Bahkan Israel melangkah jauh dengan menyerang Uganda pada masa kekuasaan Jendral Idi Amin tanpa ada satupun Negara yang memprotes ulah sewenang-wenang mereka.
Turki yang berbatasan dengan Iaq di Utara tentu tidak akan membiarkan dominasi Syiah melintasi Arabia. Baik dengan cara persuasive, Turki akan menghalangi usaha Syiah Iran. SAtu lagi Syria yang gerah dengan kekuatan Syiah akan melawan dominasi SYiah. Setelah terusir dari Libanon